Rabu, 06 April 2016

Tugas Ekonomi Makro, soal permasalah ekonomi makro

Permasalahan ekonomi makro?
Banyak permasalah ekonomi makro di Indonesia yang bisa dipaparkan hingga berpuluh-puluh lembar tapi pada tugas kali ini saya focus membahasan tentang permasalahan ekonomi makro dibidang inflasi yaitu kenaikan harga barang secara terus menerus dengan tidak diikuti kenaikan jumlah produksi.
Ada beberapa factor yang dapat menyebabkan inflasi diantaranya adalah kenaikan biaya produksi, permintaan yang melebihi kapasitas produksi barang sehingga harga barang akan naik seperti yang dijelaskan teori permintaan apabila permintaan akan sejumlah barang naik maka harga barang akan ikut naik. Selain dua factor tersebut penyebab adanya inflasi adalah pasar gelap dimana produsen menimbun barang produksinya untuk menunggung timing yang tepat seperti hari raya, hari libur menjual barang yang dia timbun karena pada hari-hari raya dan hari-hari libur permintaan akan barang akan naik.
Pada umumnya setiap tahun akan terjadi inflasi tapi besaran inflasinya sekitar 5-6% dan masih dalam ketegori inflasi rendah karena kurang dari 10%.
Di Indonesia kebijakan mengenai penanggan inflasi diatur oleh kemenkeu dan bank Indonesia. Dalam hal ini kemenkeu adalah kepanjangan tangan pemerintah dan bank Indonesia sebagai bank sentral yang mempunyai otoritas dalam menjaga kestabilan nilai rupiah dan sebagai satu-satunya lembaga yang dapat mengedarkan uang. Pemerintah dalam menanggapi masalah inflasi dapat mengeluarkan 2 kebijakan yaitu kebijakan fiscal dan kebijakan moneter.
Kebijakan fiscal meliputi pengaturan pemerintah dibidang pendapatan dan pengeluaran serta penerimaan pajak yang secara langsung akan berkaitan dengan permintaan total. Maksudnya apabila pemerintah sedang sangat memerlukan penerimaan atas pajak maka pemerintah akan berusaha keras untuk mendompleng setiap orang membayar pajak, dengan membayar pajak pemerintah akan mempunyai dana segar untuk disalurkan dibidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan dll. Jika penerimaan pajak besar maka uang yang beredar dimasyarakat juga akan besar sehingga permintaan akan barang juga akan besar apabila tidak mampu direspon oleh produsen maka akan terjadi peningkatan harga barang, itu salah satu contoh kebijakan fiscal dapat mempengaruhi besaran inflasi.
Sedangkan kebijakan moneter berupa kebijakan pemerintah melalui bank Indonesia sebagai pemegang otoritas moneter yang berkaitan dengan pengendalian jumlah uang beredar dan pengaturan dan pengaturan tingkat suku bunga dan kredit.
Kebijakan moneter biasanya lebih efektif untuk mengatasi masalah inflasi karena inflasi dapat diatasi dengan mengendalikan permintaan total masyarakat melalui pengurangan jumlah uang beredar.
Instrument-instrument yang biasa digunakan dalam kebijakan moneter ada 4 yaitu
1.     1.  Operasi pasar terbuka
Operasi pasar terbuka memberikan peluang kepada masyarakat untuk memiliki surat-surat berharga milik Negara. Kegiataan penjualan surat-surat berharga ini dapat mengurai jumlah uang yang beredar dimasyarakat, karena masyarakat akan lebih tertarik membeli surat-surat berharga milik Negara. Sehingga kenaikan harga barang dapat ditekan

2.      2. Kebijakan suku bunga diskonto
Kebijakan ini berkaitan kenaikan suku bunga kredit.  Sehingga masyarakat akan lebih tertarik menyimpan uangnya ketimbang mengajukan kredit. Sehingga uang yang beredar dimasyarakat akan turun.

3.      3. Kebijakan cadangan wajib
Kebijakan cadangan wajib berkaitan dengan tindakan bank sentral dalam menetapkan cadangan wajib bagi bank umum di bank sentral. Maksudnya bank umum akan menaikan jumlah setoran kepada bank sentral sebagai persyaratan likuidatas bank sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi penarikan uang oleh nasabah secara besar-besaran bank umum akan siap karena telah mencadangkan uang sekian persen dari keseluruhan asset bank di bank sentral.

4.      4. Kebijakan kredit selektif
Kebijakan kredit selektif membuat masyarakat akan lebih kesulitan meminjam uang kepada bank umum karena ada tambahan persyaratan yang diwajibkan oleh bank umum seperti unsur karakter, collateral, capital, capacity dan condition of economy.

Kembali kepembahasan awal, yaitu permasalahan ekonom makro di Indonesia yang salah satunya adalah inflasi, yang sebelumnya sudah dijelaskan penyebab dan bagaimana cara menanggulanginya maka pada penutup saya akan membahas pandangan saya masalah ini jika tidak diurus secara serius oleh pemerintah dan penyebabnya bagi masyarakat.

Inflasi menyebabkan harga barang naik sehingga daya beli masyarakat akan turun menyebabkan perekonomian lesu, masyarakat tidak berdaya untuk membeli kebutuhan pokok karena mahal. Bagi saya penyebab inflasi yang paling besar adalah kenaikan biaya factor produksi, karena kenapa semakin hari untuk mendapatkan factor produksi semakin susah, factor produksi bisa berupa bahan mentah, tenaga kerja, tanah, dll.
Pemerintah dalam mengatasinya harus bisa menekan kenaikan biaya produksi dengan meningkatkan pembangunan, seperti jika jalan-jalan ketempat pemasok getah bisa bagus maka harga getah ditangan produsen akan murah, jika tenaga kerja sakit, anaknya sekolah dapat ditanggung pemerintah maka mereka tidak akan meminta kenaikan gaji. Jika PBB tidak naik dengan naik signifikan maka harga tanah juga tidak bakalan naik gila-gilaan.
Kesemua itu harus ditangani oleh pemerintah dengan serius lewat aperatur negaranya yang tidak korup.
Jika semuanya bisa diatur dan dikelola dengan baik saya optimis nilai inflasi akan turun, karena inflasi pasti akan tetap ada tinggal bagaimana mengatur agar besaran inflasi bisa ditekan semakin kecil.


Selasa, 05 April 2016

Makalah Akuntansi PBS mengenai KDPPLKS

MAKALAH
AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH
DOSEN PENGAMPU : Nurma Sari., M.EI
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keunagan Syariah
DI SUSUN
OLEH
Ahmad Suyudi (1142310201)
Desi Athatullah (1142310187)
Fachri Adha (1142310045)
Hanif Al Arif (1142310164)
Nadia Fadillah (1142310170)
Novita Sari (1142310108)
Nur Hajar Aprillia (1142310046)
Description: https://z-1-scontent-hkg3-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xft1/v/t1.0-9/11427200_418051448367194_8906578775233943108_n.jpg?oh=fb25ab5bd5b45670ea237e6b21a4f9e3&oe=565ABFCF

SEMESTER / KELAS: IV/A
FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM
JURUSAN PERBANKAN SYARI’AH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

PONTIANAK 2015/2016
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam. Rahmat dan keselamatan semoga senantiasa dilimpahkan Allah Kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya, serta para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Dan tak lupa penulis bersyukur atas tersusunnya makalah ini.
Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih kepada Norma Sari., M.EI selaku dosen pengampu yang telah memberikan kami kesempatan untuk membahas Makalah ini.
Tujuan kami menyusun makalah ini adalah tiada lain untuk memperkaya ilmu pengetahuan kita semua dan untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Perbankan Syariah.
Dalam penulisan makalah ini kami juga mengalami banyak kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu  yang kami miliki. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang terkait. Kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca dan pihak-pihak yang membutuhkan untuk dijadikan literatur. Apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh...

  Pontianak, 05 April  2016



Daftar Isi
Kata Pengantar...............................................................................................................        ii
Daftar Isi.........................................................................................................................        iii
Bab I Pendahuluan
             A. Latar Belakang .............................................................................................        1
             B. Rumusan Masalah.........................................................................................        1
             C. Tujuan Penelitian...........................................................................................        2
Bab II Pembahasan
A.    Pedoman KDPPLKS dalam PSAK No. 59.................................................        3
B.     Konsep dasar KDPPLKS dalam PSAK No. 59..........................................        3-4
C.     Isi KDPPLKS dalam PSAK No. 59 ...........................................................        4-6
D.    Harapan penyempurnaan PSAK No. 59......................................................        6
E.     Landasan hukum PSAK No. 59..................................................................        6-7
Bab III Penutup
A.    Kesimpulan..................................................................................................        8
B.     Saran............................................................................................................        8

Daftar Pustaka...........................................................................................................            9
BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan bank syariah didasarkan atas PSAK No. 59 yang dikeluarkan secara resmi oleh dewan standar akuntansi keuangan. Dalam PSAK No. 59 selain mengatur tentang kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan juga mengatur tentang pernyataan standar akuntansi keuangan perbankan syariah.
Kedua hal ini saling berkaitan untuk menunjang kemajuan pertumbuhan akuntansi syariah umumnya dan perbankan syariah khususnya di Indonesia. Dengan dikeluarkan aturan ini membuat perbankan syariah memiliki pedoman baru dalam menyusun laporan keuangan yang sebelumnya hanya diatur pada PSAK No. 38 yang kerangka penyusunannya banyak mengadopsi penyusunan laporan keuangan konvensional namun disesuaikan dalam penggunaan istilah menjadikan banyak kekosongan dan keraguan bahwa akuntansi syariah masih tidak jauh berbeda dengan akuntansi konvensional.
            Bagaimana tindak lanjut dari pihak bank syariah dan praktisi diperbankan dalam melihat aturan ini, dan bagaimana perkembangan akuntansi syariah dan perkembangan syariah setelah PSAK No. 59 ini dikeluarkan akan dibahas secara umum pada makalah dibawah ini yang berjudul Kerangka Dasar Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa isi dari PSAK No. 59
2.      Apa yang diatur dalam PSAK No. 59
3.      Apa itu  Kerangka Dasar Penyajian Laporan Keuangan Syariah
4.      Adakah kelemahan dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah yang diatur dalam PSAK No. 59
5.      Apa Landasan hokum dikeluarkannya PSAK No. 59 yang mengatur kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keunagan akuntansi syariah

C.     Tujuan penulisan
1.      Menjelaskan dan memaparkan isi dari PSAK No. 59
2.      Menjelaskan dan memaparkan aturan dalam PSAK No. 59
3.      Menjelaskan dan menguraikan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah
4.      menjelaskan dan memaparkan rasa optimism aka nada aturan baru yang lebih baik
5.      Menjelaskan dan membuktikan terdapat landasan hokum dikeluarkannya PSAK No. 59 yang mengatur tentang KDPPLKS
BAB II
ISI
A.    Pedoman KDPPLKS dalam PSAK No. 59
PSAK No. 59 memuat pedoman kerangka dasar penyajian laporan keuangan akuntansi syariah dan standar akuntansi keuangan perbankan syariah. PSAK No. 59 dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang memiliki kewenangan dalam mengatur dan mengawasi jalannya bidang ilmu akuntansi di Indonesia. Dalam mengeluarkan PSAK No. 59 ini Dewan standar akuntansi keuangan banyak mengadopsi dari Auditing Organizations for Islamic Financing Institute (AAOIFI, 1998).
Pada praktek penarapan sebelum PSAK No. 59 ini keluar kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK No. 38 yang masih memiliki banyak kekurangan karena pada prakteknya laporan akuntansi syariah masih banyak mengadopsi pada akuntansi konvensional hanya istilah-istilah yang diganti. Dikeluarkan PSAK No. 59 tidak luput dari perkembangan akuntansi syariah yang tumbuh sangat pesat di Indonesia.
Kita ketahui bersama bank syariah di Indonesia muncul pertama kali pada tahun 1991 (bank muamalat) atas dasar kerja keras praktisi hokum islam dan ulama yang bergerak dibidang ekonomi serta pedoman dasar MUI.
Munculnya bank muamalat disusul oleh bank syariah mandiri dan bank mega syariah kemudian unit bank syariah mulai bermuncul untuk tidak ketinggalan melihat prospek pasar yang sangat menjanjikan.
Penerapan PSAK No. 59 ini berlaku sejak periode pembukuan 1 januari 2003  dan dikeluarkan pada tanggal 1 mei tahun 2002, ada waktu 7 bulan untuk praktisi dan para ekonom yang bergerak dibidang akuntansi syariah untuk beradaptsi dan menguji system yang baru ini

B.     Konsep dasar KDPPLKS dalam PSAK No. 59
Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keungan syariah menyajikan yang diatur dalam PSAK No. 59 menjelaskan tentang konsep yang isinya ada 5 yaitu
1.      Karekteristik Bank Syariah menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional
2.      Para pemakai dan dan kebutuhan informasi, disebutkan investasi pemilik, pembayar zakat, dan dewan pengawas syariah.
3.      Tujuan akuntansi keuangan menentukan hak dan kewajiban pihak terkait termasuk atas transaksi yang belum selesai, memberikan informasi untuk pengambilan keputusan, dan memberikan informasi tentang kepatuhan terhadap prinsip syariah.
4.      Tujuan laporan keuangan menyajikan informasi tentang kepatuhan bank terhadap konsep syariah, informasi untuk mengevaluasi sejauh mana tanggung jawab bank terhadap amanah dalam mengelola berbagai dana, dan informasi mengenai fungsi social bank termasuk penyaluran zakat.
5.      Asumsi dasar yang dipakai, pada umumnya adalah dasar akrual kecuali dalam hal perhitungan pendapatan untuk tujuan bagi hasil menggunakan dasar kas.

C.    Isi KDPPLKS dalam PSAK No. 59
PSAK No. 59 akuntansi perbankan syariah memiliki perbedaan dengan akuntansi yang diterapkan dalam perbankan konvensional salah satunya pada prinsip bunga di bank konvensional dan bagi hasi di bank syariah, serta konsep jual beli di bank syariah dan kredit di bank konvensional. Perbedaan ini menimbulkan bentuk yang berbeda dalam penyusunan akuntansi keuangan syariah.
Sebelum menjelaskan seperti apa perbedaannya kita perlu ketahui terlebih dahulu apa-apa saja aturan dalam penyusunan akuntansi keuangan syariah yang berisi 4 point aturan yaitu pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan. 4 aturan ini harus dijalankan dengan memerhatikan prinsip syariah sehingga pada pengaplikasiannya di transaksi nanti akan sejalan dengan prinsip-prinsip syariah yang tidak riba, tidak unsur penipuan, penggelapan dll.
Point mengenai aturan penyusunan akuntansi keuangan akan dijelaskan satu per satu dimulai dari pengakuan dan pengukuran dilanjutkan penyajian, dan terakhir pengungkapan.
1.      Pengakuan dan pengukuran
Disini diatur tentang pengakuan dan oengukuran transaksi bank syariah seperti : mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, istishna’, ijarah, wadiah, qardh, dan transaksi berbasis imbalan. Pengakuan dan pengukuran masing-masing jenis produksi bank ini bisa berbeda-beda dan sangat tergantung pada pengertian dan sifat masing-masing produk.
2.      Penyajian laporan keuangan
Berbagai jenis laporan keuangan yang harus disajikan bank syariah  adalah:
a.       Neraca;
b.      Laporan laba rugi;
c.       Laporan perubahan dana investasi;
d.      Laporan sumber dan  penggunaan dana zakat, infaq, dan shadaqah;
e.       Laporan sumber dan penggunaan Alqardh
Berbagai laporan ini harus disajikan sesuai dengan konsep full disclosure dengan menhelaskan semua jenis pembiayaan yang ada, dana atau investasi yang diterima serta sifat, hak, periode, bagi hasil yang berkaitan dengan produk bank tersebut.
3.      Pengungkapan
Umum:
            Ketentuan umum adalah bahwa laporan bank syariah harus mengungkapkan  informasi umum mengenai bank syariah dan informasi tambahan misalnya:
a.       Karakteristik kegiatan bank dan jasa yang diberikan;
b.      Tugas dan kewenangan dewan  pengawas  syariah;
c.       Tanggung jawab bank terhadap pengelolaan zakat;
d.      Kebijakan akuntansi, pengakuan pendapatan, penyisihan kerugian, aktiva produktif, dan konsolodasi laporan keuangan;
e.       Transaksi yang dilarang syariah dan menyelesaikannya;
f.       Dana yang tidak terikat;
g.      Aktiva produktif (jenis, sector, jumlah, yang menyangkut hubungan istimewa, kedudukan bank, bagi hasil, klasifikasi, penyisihan kerugian, aktiva produktif berpengaruh).
Ketentuan tentang masing-masing laporan keuangan adalah sebagai berikut
a.       Neraca mengungkapkan antara lain jumlah dan jenis pembiayaan (mudharabah, musyarakah, dan seterusnya) termasuk informasi mengenai syarat dan penyisihan kerugian.
b.      Laporan laba rugi mengungkapkan antara lain mengenai pendapatan, beban, keuntungan, kerugian dan bagian bank menurut jenis transaksi.
c.       Laporan perubahan dana investasi terkait misalnya periode laporan, saldo, keuntungan dan kerugian saldo akhir, sifat hubungan bank, hak dan kewajiban.
d.      Laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infaq, dan shadaqah misalnya periodenya, dasar penentuan zakat, jumlah yang diterima, yang disalurkan saldo.
e.       Laporan sumber dan penggunaan Alqardh hasan misalnya periode, jumlah, penyaluran, penerimaan dan saldo.
D.    Harapan Penyempurnaan PSAK No. 59
Melihat isi dan penjelasan in, dapat disimpulkan bahwa sebaiknya kedua PSAK in harus dianggap sebagai suatu konsep temporer yang mesti disempurnakan nantinya setelah kerangka akuntansi islam yang “established” lahir dari ideology, masyarakat, system ekonomi, dan akuntansi yang islami, sebagaimana teori colonial model yang dikemukakan oleh gambling dan karim (1986).
E.     Landasan dikeluarkannya pedoman PSAK No. 59
PSAK No 59 ini sesuai surat resmi dari dewan syariah nasional majelis ulama Indonesia No. U-118/DSN – MUI/IV/2002 telah dinyatakan ridak bertentangan dengan ketentuan syariat dan fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan oleh dewan syariah nasional. Surat tersebut  ditandatangani oleh K.H Ma’ruf Amin dan Drs. H.M. Ichwan sum.
      PSAK ini akan dijabarkan lagi dalam bentuk PAPI (Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia) yang dirumuskan BI. Di dalam BI sendiri sedang dipersiapkan format pelaporan Bank syariah yang sangat perlu bagi semua bank syariah dan BI dalam pembinaan, pengawasan dan data moneter ekonomi, dan perbankan di Indonesia. Di samping itu saat ini sudah dibentuk TIM penyusunan pedoman Auditing untuk Perbankan Syariah.

Senin, 08 Februari 2016

Mempertahankan idealisme atau mengikuti kehendak orang tua dan menjadi pribadi orang lain (keinginan orang tua)

Mempertahankan idealisme atau mengikuti kehendak orang tua dan menjadi pribadi orang lain (keinginan orang tua)
Pertanyaan ini menjadi problem besar di hari-hari belakangan ini yang bingung penulis jawab apa?
Bukan sok membesarkan masalah dan memperkeruh keadaan tetapi penulis  sudah merasa di titik pamungkas untuk harusnya buka suara dan menjawab semua permasalahan ini.
Mempertahankan idealism mksdnya disini penulis yang hidupnya, pola hidupnya mengikti kebanyakan mahasiswa lain dengan lebih aktif di malam hari untuk belajar mengekspresikan diri ktmbang di siang hari atau pagi hari. Pagi hari hingga siang hari penulis lebih bnyk mengisi wktu untuk beristiraht wajar bukan ktika sudah tdk tidur hingga subuh hari, mana ada yang mampu tahan tdk tdr hingga siangnya bru istrht. Tapi timbullah masalah dgn pola hidup penulis yang demikian, orang tua ibu khusunya tdk suka dgn pola hdp penulis ini, katanya tdk bermanfaat dn tdk saying badan, dpt penulis membahas argument dgn penulis tdk membuang wktu percuma ktka aktif d mlm hari, bnyk hal yg penulis lakukan sperti menulis, membaca dn menghayal (berpikir), memang penulis salah ktka mengisi wktu untuk menghayal dsb dimalam hari tp kebiasaanya untuk saat ini ya dimalam hari.
Permasalah tdk berhenti sampai disitu, kondisi kesehatan ibu penulis yang saat ini sedang sakit dn rumah tangga penulis yang mencari duit dr usaha membuka warung rumah makan, kekurangan tenaga untuk membantu kegiataan operasional sehari-hari khusunya untuk bersih-bersih dn menjaga warung makan ketika ibu penulis sdg skit. Fine sudah tugasnya seorang anak membantu orang tua tetapi ketika umur sudah hmpir 20 tahun dn punya pemikiran, keinginan jalan hdp sendiri wajar penulis mengharapkn pekerjaan lain atau membantu org tua dgn cara lain.
Problem berikutnya wujud dr cara lain penulis membantu org tua blm kelihatan benefitnya, msh butuh wktu untuk membuktikan, sdgkn org tua penulis sudah kehabisan wktu untuk menunggu bukti konkret apa yang penulis kerjakan.
Jadi muncul lah class, kemarahan dri org  tua penulis dgn kebiasaan hdp penulis tadi. Untuk saat ini penulis hanya bisa diam, sudah sepantasnya penulis tdk menjawab atau menentang perkataan org tua (membayangkn pengorbanan org tua untuk penulis dr kecil) tpi untuk kedepannya apabila penulis kembali dibenturkn dgn class penulis jga merasa punya hak membela diri. Dengan cara apa penulis butuh wktu untuk membuktikan.
Pelajaranya yg dpt diambil dr pengalaman pribadi penulis hr ini adalah? Ada yg bsa jwb? Wkwk
Mgkn pelajarannya adalah lebih bersabar diri, untuk saat ini ikuti dulu keinginan org tua, jgn melawan supaya keadaan tdk jadi lebih buruk. Berusahalah tetap menjadi diri sendiri ditengah keinginan ini itu dr org lain dgn cara apa tetap mengejarkn apa yg menjadi idealism kita dgn sesekali menyimbangi keinginan org tua yg seperti apa.

Mgkn itu yg penulis bsa sampaikn saat ini, terus mampir dr blog penulis untuk mendapatkn inspirasi-inspirasi berikutnya.. byebye J see you hoho..

                                                                                         
     
                                                                                                                                 penulis fachri adha

Kamis, 04 Februari 2016

pray and hope too helth my grandmother

Right her feeling my family so sad because condition health my grandmother not good, my grandmother diagnostic attached consecutive heart failure ( pelemahan kondisi jantung ). If allowed can effect struck, damage kidney and most dangerous pass away. Posibilty the latter so we avoid. Althought age my grandmother reach around 70 th, but actually condition health my grandmother so well and not interference means.

And right her my grandmother taken to hospital for treated by doctors. I hope everything can be alright not problem significant that occurred.

So I will invited my visitor blog to pray my grandmother (al-fatihah)
Previously For pray and hope I say much thank you.
Get well soon my grandmother so that can see your grandchild success, graduation and married with hajijah :D


Selasa, 02 Februari 2016

update BPL weeks 24

yuhuuuuuuu
leicster win again liverpool
2 vs 0
scored james vardy brace 60' and 72'
Klasemen unti weeks 24
1. Leicster 50 pts
2. M.city 47 Pts
3. Tottetnham 45 pts
4. Mu 45 pts
5. Arsenal 40 pts
6. West ham 39 pts
7. southampton 34 pts
8. liverpool 33 pts
.
.
18. Newcstle 21 pts
19. Sunderlan 19 pts
20. Aston villa 13 pts
Tommorow Match Chelsea vs watford and Everton again newcastle stay tone to update information only on fb fachri adha blogfachriadha55.blogspot.com smile emotikon

Senin, 01 Februari 2016

BELAJAR DARI KELOMPOK MINORITAS

Toleransi dimana2 di indonesia Pontianak kalbar
Anda boleh berpikir dn menjuge bhwa di Indonesia nilai2 toleransi sudah mulai berkurang, atwpun anda prnh memiliki pengalaman pribadi yg tdk mengenakan tntg rasa toleransi yg ad di Indonesia, atw bhkn prnh membaca hal buruk tntg sikap toleransi yg ad di Indonesia. Akan tetapi pengalaman penulis punya crta laen rasa toleransi, skp toleransi msh tumbuh dn berkembang subur d Indonesia. Ini bsa d buktikan dr hal kecil sja yaitu warga minoritas (non muslim) bsa berkmbang dn membuka usaha di bidng yg d kuasai oleh kelompok mayoritas yaitu membuka usaha warkop dn warung makan. Agak aneh memang penulis yg beragama mayoritas membicarakan hal ini, tetapi ini penting untuk memberikan informasi bhwa d Indonesia masyarakat minoritas ( agama, ras, suku) dpt berkembang dn berusaha dgn nyaman tdk ad gangguan. Penulis sendiri merasakan terbantu dgn d bukanya warung kopi yg di miliki oleh warga minoritas, di keadaan yg terdesak mislanya mereka akan sangat membantu bkn sikap apatis aplg tdk suka melihat kt tpi mereka menyambut dgn senyum ramah tamah, rasa terbuka akan dtgnya kta.
Disambut dgn ramah dn senyum memang bukan hal yg luar biasa tp melihat kt mayoritas mengopi d warungnya pastinya menjadi hal yg luar biasa. Bagaimana bisa masih bnyk warung kpi laen yg d kelola oleh warga mayoritas tp tetap bsa singgah d warung kpiny begitulah fenomena d Indonesia bkn masalah etnis, suku agama yg diperhatikan atw menjadi acuan akn tetapi lebih kpda pelayanan dn rasa d hargai dn di hormati menjadi penentu.
Bkn rasa di hargai dn di hormati serta d sambut dgn ramah senyum yg menjadi penentu tetapi sikap terbuka yg d rasakan yg d dapt menjadi pertimbangan penting. Memang org minoritas biasanya menguasai perekonomian krna mereka yg memiliki etos kerja tinggi dn giatnya berusaha yg menjadi jln menuju keberhasilan. Hal ini yg sering di lewati oleh kelompok mayoritas,  menganggap sudah cukup dengan apa yg d punya serta merasa sudah berkecukupan menjadi tembok penghalang untuk lbh mengembangkn potensi yg ada.
Bisa di bayangkan apabila seluruh warga Indonesia mempunyai etos kerja dn rasa berjuang yg tinggi untuk mengembangkn potensinya  pastinya rakyat Indonesia akan berkecukupan semuanya, tdk ada lg berita kemiskinan bhkn kelaparan.
Intinya kta hrs rajin untuk bljr dn ingin tau akan hal2 kecil dr siapapun warga minoritas bahkan, skrg tdk ada wktunya untuk memikirkan perktaan aneh dn menyindir dr org laen skrg wktunya untuk ktaa bergerak dn berusaha dr hal2 kecil yg bsa bermakna besar di kemudian hari.
So jgn malu belajar dr skrg, jangan malu memperhatikan dn bertanya dr sekrg. Krna ada stu pepatah bijak menyebutkan malu bertanya sesat di jalan.
Follow ig @demaiainpontianak
Twitter @infokomdemaiain

                                                                                                                                Penulis fachri adha 

BERJUANG MERAIH KESUKSESAN

Said bg akbar “radit mkgn saat ini cinta kta d tolak sama cewek2 tp satu hal kta harus tw bhwa kta hrus jd org sukses 5-10 tahun lg mrka melihat kta sudah sukses merka pasti menyesal pernah menolak kta”..
Perktaan yg sangat menarik dn menjadi pengalaman pribadi penulis jg. Benar skli ucapan bg akbar kpda kwnnya raditya dika, tp pertanyaan yg muncul adalah bagaimana, seperti apa caranya kta dpt menjadi org sukses dlm 5-10 thn kedepan? Itu inti dr pernyataan bg akbar yg mnrt sya penuls hrs sama2 kta cri jawabannya, tdk hanya d cari d realisasikan dr jawaban trsebt.
Untuk pengalaman prbadi penulis sendiri, dr smp-kuliah smstr 2 terus ditolakan oleh 1 cewek yg sngt penulis sukai, sayangi bhkn cintai. Sgla cara sudah penulis coba untuk dptkn cwek tersebut bayangkn wkwk. Ditolak, didiamin(plg sering) di acuhkn, ndk di respon smuanya sudh dirasakan. Pdhl klau boleh sombong sdkt, penulis tdk teramat jelek (wkwk), tdk jg kekurangan dlm sgi materi (adlh sdkt), tdk jg teramat malas dlm segi belajar dll tetapi  ya tetap d tolak. Tp pada stu titik penulis akhirnya menyerah, menyerah “sudh cukup kta berkorban, memperjuangkn dia ini wktunya buat bsa membuka hati buat org lain (move on)” akan tetpi pernyataan trsbt mudh d ucapkn sulit direalisasikan. Tetapi toh skrg penulis sudh menemukn org lain yg bsa saying sama kta, suka dn cinta sama kta tnpa melihat latar belakang kta seperti apa, fisik kta yg bagaimana dsb. Untuk itu penulis sngt bersyukur.
So apa pelajaran kta bsa ambil dlm pengalaman pribdi penulis ini? Hehe ada yg bsa jwb. Pelajarannya adlh slain kta hrs bsa move on melupakan dia. Kta jg harus bsa jd org sukses nantinya insya allah. Dn untuk saat ini kta harus dn wajib trus bersuha untuk merealisasikan kesuksesan tersebut. Apapun caranya, seperti apa org mengtakan kta, membicarakan kta do it lakukan. Tdk harus teramat terpuruk dgn pengalaman masa lalu yg menyedihkan tdk harus mendendam dn menjadi undercontrol untuk membuktikan kpda org yg prnh kta ska tersebut. Akan tetapi lakukan sedikt demi sedikt cara apa yg menurut kta bsa mengantarkan kpda kesuksesan.
Jd mulai skrg lupakan masalu kta, lupakan pengalaman pribadi yg bruk tersebut. Lihat apa yg ada skrg, di sekeliling kta, pasti bnyk org2 yg cinta dn jg syg dgn kta yg ingin lihat diri kita sukses. Perlu wktu tentunya tetapi biarlh wktu itu sndiri menjadi saksi dn menjawab smua keraguan..
Follow twitter @infokomdemaiainpontian
IG : demaiaianpontianak

                                                                                                                                Penulis fachri adha

Proposal Bisnis

Ide membangun usaha Sudah punya toko, kamera, laptop Butuh Printer, Daftar agen pulsa, skill ngeprint foto, pemodal, kawan diajak joi...